21 Nopember 2009 08:31 wib Daerah
Belajar dari Filsafat Candi Borobudur
Ada Relief Cicak dan Buaya
Magelang, CyberNews. Borobudur menjadi sebuah maha kitab dari batu berundak yang menyajikan ajaran-ajaran kehidupan manusia secara visual dan dapat pelajari sepanjang masa.
Zaman boleh berubah, tapi menurut Pimpinan Komunitas Lima Gunung, Sutanto Mendut, maha kitab Borobudur tak berubah sedikitpun. Para pemimpin bangsa ini boleh saja bersandiwara memainkan hukum positif, tapi hukum di relief candi akan menyuarakan kebenaran.
‘’Adanya hukum karma yang diajarkan maha kitab Borobudur sebagai loncatan peradaban. Hukum karma akan melumatkan mereka-mereka yang sedang berbohong kepada rakyatnya,’’katanya.
Dia mencoba memberikan sebuah logika sederhana, tentang peradaban Buddha disaat wangsa Syailendra bercokol di Bumi Mataram. Ketika kebenaran diputar balik menjadi kebohongan dan kebohongan menjadi kebenaran, peradaban dianggap mengalami kemunduran.
‘’Tak ada lagi nilai kejujuran dan moral yang dijunjung saat ini, ketika melihat mereka yang sedang bersandiwara di depan pengadilan. Relief Borobudur sudah melukiskan perisitiwa itu, hingga detail adanya binatang melata cicak dan buaya,’’katanya.
Apa yang dikatakan dia, setidaknya memberikan gambaran bahwa Borobudur menjadi "pamomong" yang tak boleh dilupakan ketika peradaban modern tak lagi mengedepankan moral.
Menurutnya tak hanya hukum saja yang tercatat pada maha kitab batu berundak itu. Semua keilmuan ada termaktub dalam reliefnya. Dijelaskan, sumber dari segala ilmu itu Borobudur, karena mengandung ajaran filsafat dan spiritualitas yang tinggi.
SUARA MERDEKA cyber news
Tidak ada komentar:
Posting Komentar